Rindu Yang Tak Berujung

0 komentar

 


Rindu Yang Tak Berujung

(karya. Siti Kharisah)

Hari itu terakhir kalinya aku menatap raut wajahnya dengan penuh kasih sayang

Aku pun tak menyaka hari itu pula aku harus kehilangan sosok seorang ayah

Akan tetapi ayah pernah bilang kepadaku, "jika aku meninggal, jangan pernah engkau keluarkan air mata nak"

Ku kuatkan hati ini dengan penuh ke ikhlasan...

Ayah, mungkin aku belum bisa membuat mu tersenyum

Ayah, mungkin aku slalu membuat mu kecewa hingga aku belum mampu mengucapkan maaf

Ayah, jika aku masih diberi waktu untuk mengungkapkan isi hati ini , aku ingin sekali menatap wajah mu, lalu ku bilang “Terimakasih atas semuanya, ayah”

Ayah, aku wanita paling beruntung setelah ibu, karena ayah aku mampu untuk melangkah,

Ayah telah menjadikan aku wanita yang tangguh, wanita yang kuat, wanita yang tiada duanya setelah ibu

Semua itu tak pernah lepas dari doa ayah dan ibu yang selalu menyelipkan nama ku

Ayah, kini aku sudah menemukan lelaki yang mampu menjagaku, menyayangiku dan mencintaiku dari hati yang paling dalam

Ayah tak perlu khawatir aku sudah ada yang menjaga

Yang seperti ayah..

Ayah tetaplah menjadi lelaki nomer satu yang aku cintai, I LOVE YOU AYAH

Robbighfir lii Waliwalidayya Warhamhumaa Kamaa Robbayaanii Shoghiiran

Sekarang gilaran ku, menyelipkan nama ayah dalam doa ku

Setiap waktu dan  setiap sujudku

Hanya air mata yang mampu menghilangkan rasa rindu dalam dada ku...

Dengan harapan kelak semoga kita dipertemukan kembali

Dengan hangatnya kasih dan cinta yang lebih indah dan abadi...

Amiiin..

“Salam pena dari alumnus PPTQ Al Irsyad Kudus”

 

Kudus, 03.01.2022

14.59

 


Read More »

Pagar Besar

0 komentar

Pagar Besar

(Karya. Ika Feby Fitriyani)

 


Bu..

Siapa sangka aku bisa tegar dan kuat seperti sekarang ini?

Bu..

Berkat izin dan do'amu, kini aku berhasil melawan nafsuku untuk menuruti semua kemauanku yang menurutmu bukanlah hal yang kau inginkan

Bu..

Tak terasa hampir satu tahun aku sudah krasan di pondok sini

Bu..

Tanpa topangan dan tengadah tanganmu disetiap malam, mana mungkin Allah memberiku anugerah besar seperti ini?

Bu..

Tak tau lagi bagaimana caraku untuk membalas semua itu.

Bu..

Aku ingat betul, pertama kali ibu mengantarkan ku berangkat ke pondok ini

Ibu terlihat sangat bahagia, karena aku mau menuruti pintamu, bu.

Tapi dibalik itu semua, engkau pun menyembunyikan rasa sedih yang teramat sangat kan, bu? Karena kau tak lagi bersamaku dirumah nanti

Bu..

Rumah tak lagi ramai karena ulahku, tapi kau tetap tegar menerima semua itu.

Setiap akan tidur malam, ibu dan bapak berbincang pendek tentangku.

"Pak, apa anak kita benar-benar krasan ya di pondok? "

"Pak, tadi anak kita di pondok makan apa ya? "

"Pak, bagaimana jika anak kita rindu kepada kita seperti halnya kita saat ini pak? "

"Pak, semoga anak kita menjadi anak yang bisa kita banggakan kelak ya, pak"

 

Tanpa ibu tau, bapak selalu menceritakan cerita-cerita ibu itu padaku.

Meskipun ibu terlihat amat galak ketika aku merengek ingin pulang, aku merengek minta jajan, aku merengek minta apapun itu. Dalam hati ibu, ibu tak tega.

Aku tau itu, bu.

Bu..

Aku ingat benar, pertama kali hal yang memisahkan kita adalah pagar besar nan kokoh pondok ini.

Aku menangis melepas kepergianmu, bu

Aku menangis menatap punggungmu yang perlahan menghilang dibalik pagar itu.

Dan sesekali akupun melihat, kau tak berbeda denganku

engkau menyeka air matamu, tanpa kau mau itu terjadi di depanku

 

Bu..

Jangan pernah berhenti mendo'akanku ya

Aku berjanji akan menjadi anak yang pintar, yang bisa membuat bapak dan ibu bangga mempunyai aku.

Bu..

Ini hanya tentang waktu yang singkat perpisahan kita.

Suatu saat aku pulang, dan melepas semua rindu yang selama ini kita simpan bersama.

 

Bu..

Do'akan aku selalu, ya

Bagaimana pun diriku, aku tetap putri kecilmu.

 

Dari: putrimu yang selalu mendo'akan dan merindukan mu, bu

 

 

  

“Salam pena dari alumnus PPTQ Al Irsyad Kudus”

 

Kudus, 18.12.2021

14.59



Read More »

KESABARAN DAN KETEGUHAN HIDUP DI DALAM PESANTREN

0 komentar

 

KESABARAN DAN KETEGUHAN HIDUP DI DALAM PESANTREN

Oleh : Putri Mutiara Sari



ุงَู„ุณَّู„َุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุง ุชُู‡ُ

ุงู„ู€ุญَู…ْุฏُ ู„ู„ู‡ِ ูˆَุงู„ุตَّู„َุงุฉُ ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…ُ ุนَู„َู‰ ุฑَุณُูˆْู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ูˆَู…َู†ْ ูˆَุงู„َุงู‡َ ، ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ

Khadrotil Mukhtarimin

Ingkang kaulo hormati Bapak kyai Sholihin soho Ibu nyai Siti Khadijah Al-Hafidzah Wa Ahli Baiti

Ingkang kaulo hormati sedoyo jajaran kepengurusan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Irsyad Kudus

Boten supe sedoyo mbak-mbak lan adik-adik Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Irsyad Kudus

            Sepindah monggo kito sareng-sareng ngaturaken puji syukur dumateng Allh SWT ingkang sampun tansah paring pinten-pinten kenikmatan lan hidayahipun sehingga ing wekdal dalu niki kita saget makempal ing adicara niki kanti bonten wontwn halangan setunggal punopo-punopo.

            Kaping kalehipun sholawat serto salam kita aturaken dumateng junjungan kita nabi agung, nabi besar, nabi Muhammad SAW ingkang kita tenggo-tengo syafa’atipun benjang ing yaumul qiyamah amin.

            Ing wekdal dalu niki kulo bade matur kedik, inggih meniko “Sabar dalam Hidup Dipesantren”.

Apa sih sabar itu…???

Sabar berasal dari kata “Shobaro Yasbiru” yang artinya menahan. Sedangkan menurut istilah adalah menahan sesuatu dadi suatu perbuatan dosa. Sabar merupakan ajaran yang banyak sekali disinggung dalam Al Qur’an/ hadits, sehingga hendaklah manusia senantiasa diarahkan untuk selalu bersabar dalam hal apapun. Misalnya bersbar dalam hidup di pesantren ini.

Kita semua pasti mengenal apa yang dimaksud pesantren itu! Ya inilah yang kita tempati itulah pesantren atau sering disebut sebagai penjara suci. Orang lain banyak yang bertanya-tanya apa sih yang menarik hidup di pesantren itu? Kita harus jauh dari orang tua, orang- orang yang kita sayangi, bahkan kita harus rela meninggalkan kesejukan/kebebasan kehidupan luar. Ada banyak alasan kenapan orang lain tidak ingin masuk ke pesantren karena mereka takut atau mungkin belun jalanya Tuhan yang mengizinkan untuk masuk ke pesantren, karena setiap orang memiliki jalan yang bebeda-beda. Tetapi perlu kalian semua ketahui jalan hidup dengan mencari ilmu di pesantren adalan jalan hidup yang bernilai dan indah.

Kenapa bisa dikatakan bernilai...?, karena tidak semua orang mempunyai kesempatan dan kemampuan diri untuk hidup di tempat yang sering disebut sebagai penjara suci ini. Hanya orang-orang yang diridhai Allah dan mau berkorban yang mampu untuk melewatinya. Misalnya kita harus bangun jam 3 utuk bangun sholat tahajud, dilanjut mengaji persiapan untuk setor soroga, mengantri mandi, sholat bejamaah, mengaji kitab kuning, dll. Berbeda halnya jika kita hidup di rumah kita bisa bebas , mau sesuatu pasti tidak sesulit hidup di pesantren. Karena itu kita harus senantiasa untuk bersabar.

Sebagaimana firman Allah dalam QS.Al-Baqarah:153

ูŠٰุงุงَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆุง ุงุณْุชَุนِูŠْู†ُูˆْุง ุจِุงู„ุตَّุจْุฑِ ูˆَุงู„ุตَّู„ٰูˆุฉِ ۗ ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ู…َุนَ ุงู„ุตّٰุจِุฑِูŠْู†َ                                                                                           

Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.

 

Satu hal lagi kenapa hidup di pesantren adalah jalan kehidupan yang indah karena banyak hal yang tidak dapat didapatkan oleh seseorang melainkan hanya pesantren. Banyak cerita lucu dan momen yang sulit untuk dilupakan yang hanya bisa didapatkan dari pesantren. Ada kalanya kita kadang mengeluh karena setoran belum jadi, kemudian banyaknya kegiatan di pesantren memungkinkan kita mengalami banyak peristiwa dan pengalaman berharga. Perjuangan hidup di pesantren adalah perjuangan hidup untuk menjadi manusia yang sesuai dengan apa yang diperintahkan-Nya. Dalam prosesnya dibutuhkan kesabaran tak terbatas dan keberanian tak terukur untuk menempa proses kehidupan yang bagi sebagian orang sulit untuk dilakukan.

Jiwa kita memerlukan asupan nutrisi dan gizi yang baik. Kita harus selalu diberi nasihat berulang-ulang agar membekas di dalam kalbu. Apalagi nasihat tentang kesabaran, tentu akan sangat diperlukan untuk menguatkan jiwa agar tetap teguh, kokoh dan semangat.

Tangkaplah cahaya Ilahi dengan kesabaran. Kesabaran bagi diri manusia merupakan “dhiya’ ” (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan hidup di dunia. Rasulullah mengungkapkan , “…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…” (HR. Muslim).

Teman-teman semua, katakanlah kehidupan ini adalah sebuah investasi. Mereka yang semasa mudanya mengivestasikan waktu, tenaga, pikiran, semangat dan kerja keras adalah mereka yang siap menghadapi kehidupan di masa depan dengan cerdas. Maka dapat dipahami bahwa kehidupan pesantren adalah kehidupan yang penuh dengan investasi, bukan hanya untuk keberhasilan di dunia melainkan di akherat.

Ada sebuah pepatah yang mengatakan jika kamu bergaul dengan tukang sate maka kamu akan bau sate dan sebaliknya jika kamu bergaul dengan tukang parfum maka wangi parfum pun menjadi bagian aroma tubuhmu. Singkatnya lingkungan yang baik akan menunjang kita untuk berbuat dan sebaliknya pula lingkungan yang buruk akan mendorongmu menjadi orang yang buruk.

Sebagaimana Allah SWT.bersabda:

ูˆَุงุตْุจِุฑْ ูَุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ู„َุง ูŠُุถِูŠْุนُ ุงَุฌْุฑَ ุงู„ْู…ُุญْุณِู†ِูŠْู†َ

Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.

Mekatenlah ingkang saget kulo aturaken, matur suwun sanget atas perhatianipun, Mbok bilih wonten klenta – klentunipun atur kulo nyuwun agunging pangapunten.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุงู„ู…ูˆูู‚ ุฅู„ู‰ ุฃู‚ูˆู… ุงู„ุทุฑูŠู‚

ูˆَุงَู„ุณَّู„َุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุง ุชُู‡ُ


Read More »

Adab menghafal Al-qur'an : Siti Latifatun Nisak

0 komentar

 

ADAB MENGHAFAL AL-QUR'AN

Oleh : Siti Latifatun Nisak


 

ุงَู„ุณَّู„َุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุง ุชُู‡ُ

ุงู„ู€ุญَู…ْุฏُ ู„ู„ู‡ِ ูˆَุงู„ุตَّู„َุงุฉُ ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…ُ ุนَู„َู‰ ุฑَุณُูˆْู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ูˆَู…َู†ْ ูˆَุงู„َุงู‡َ ، ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ

Khadrotil Mukhtarimin...

Ingkang kaulo hormati Bapak kyai Sholihin soho Ibu nyai Siti Khadijah Al-Hafidzah Wa Ahli Baiti

Ingkang kaulo hormati sedoyo jajaran kepengurusan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Irsyad Kudus

Boten supe sedoyo mbak-mbak lan adik-adik Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Irsyad Kudus

            Sepindah monggo kito sareng-sareng ngaturaken puji syukur dumateng Allh SWT ingkang sampun tansah paring pinten-pinten kenikmatan lan hidayahipun sehingga ing wekdal dalu niki kita saget makempal ing adicara niki kanti bonten wontwn halangan setunggal punopo-punopo.

            Kaping kalehipun sholawat serto salam kita aturaken dumateng junjungan kita nabi agung, nabi besar, nabi Muhammad SAW ingkang kita tenggo-tengo syafa’atipun benjang ing yaumul qiyamah amin.

            Ing wekdal dalu niki kulo bade matur kedik  Al-Qur’an, menurut bahasa artinya adalah bacaan atau yang dibaca. Sesuai dengan pendapat Imam Subhi Al-Salih, “Qur’an” memiliki makna “Makru” yang artinya “yang dibaca”. Adapun menurut istilah, yaitu firman Allah SWT yang menjadi mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan secara muttawatir dan membacanya pun akan menjadi pahala.

      Untuk zaman sekarang ini al-quran ini telah tersaingi adanya gadget, banyak yang sibuk sendiri dengan kegiatan duniawi mereka dan lupa akan pentingnya membaca al-quran apalagi menghafalnya. Dalam 1 hari terdapat 24 jam, Al-Qur’an meminta kita meluangkan waktu untuk membacanya. Al-Qur’an menunggu kita menyentuh, membuka, bahkan membacanya walaupun hanya 5 menit. Bersyukur ya kita, kita hidup di Pondok Pesantren Al Irsyad yang hampir 24 jam kita selalu melafalkan ayat al quran, Alhamdulillah.

      Lihatlah sekarang, kecelakaan dan kesengsaraan dimana-mana baik itu fenomena alam atau ulah manusia yang ada di bumi ini ! bahwa boleh jadi itu adalah peringatan dari Allah SWT atau mungkin azab Allah SWT, agar kita lebih dekat dengan allah.

      Teman-teman, tahukah kalian begitu banyaknya hikmat dan kebaikan apabila kita selalu membaca Al-Qur’an? Beberapa diantaranya adalah :

1.     Al-Qur’an akan menetapkan status kita sebagai orang yang terbaik.

2.     Kita akan mendapat pahala.

3.     Al-Qur’an akan menjadi syafa’at atau penolong di hari akhir.

4.     Surga akan merindukan orang yang selalu membaca Al-Qur’an.

5.     Akan dikumpulanya beserta malaikat dalam surganya Allah SWT, apabila bacaanya fasih. Tetapi jika

        membacanya masih terbata-bata, maka ia mendapat 2 macam pahala.

Itu baru membaca lo ya, apalagi kalau mau menghafalnya. Tidak asal membaca, menghafalkan saja tapi juga adab-adabnya. Adapun Adab- adab membaca al qur’an :

1.      Ikhlas

2.      Membersihkan Mulut

Hendaknya sebelum membaca al qur’an kita bersiwak dengan kayu arok, kalau sekarang ini sudah sulit ditemukannya kayu arok diganti dengan sikat gigi.

3.      Dalam kondisi suci

4.      Bertayamum, jikta tidak air

5.      Ditempat yang bersih

6.      Menghadap kiblat

Duduk dalam keadaan khusyuk dan tenang jiwa raganya menundukan kepala, seandainya ia membaca dalam keadaan berdiri, berbaring dikasurnya , atau dengan berbagai pose pun boleh, tetap mendapatkan pahala tapi pahalanya berbeda dengan posisi pertama. Allah ta’ala berfirman dalam surat ali Imran (190-191) :

ุฅِู†َّ ูِูŠ ุฎَู„ْู‚ِ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูˆَุงุฎْุชِู„َุงูِ ุงู„ู„َّูŠْู„ِ ูˆَุงู„ู†َّู‡َุงุฑِ ู„َุขูŠَุงุชٍ ู„ِุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ْุฃَู„ْุจَุงุจِ  . ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَุฐْูƒُุฑُูˆู†َ ุงู„ู„َّู‡َ ู‚ِูŠَุงู…ًุง ูˆَู‚ُุนُูˆุฏًุง ูˆَุนَู„َู‰ٰ ุฌُู†ُูˆุจِู‡ِู…ْ ูˆَูŠَุชَูَูƒَّุฑُูˆู†َ ูِูŠ ุฎَู„ْู‚ِ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ ุฑَุจَّู†َุง ู…َุง ุฎَู„َู‚ْุชَ ู‡َٰุฐَุง ุจَุงุทِู„ًุง ุณُุจْุญَุงู†َูƒَ ูَู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ

7.      Memulai membaca dengan Ta’awudz

Ketika ingin membaca al qur’an didyariatkan untuk membaca ta’awudz,

Allah berfirman dalam surah An- Nahl  (98) :

ูَุงِุฐَุง ู‚َุฑَุฃْุชَ ุงู„ْู‚ُุฑْุงٰู†َ ูَุงุณْุชَุนِุฐْ ุจِุงู„ู„ّٰู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّูŠْุทٰู†ِ ุงู„ุฑَّุฌِูŠْู…ِ

8.      Membiasakan mengawali setiap surah dengan basmalah

Kecuali pada surah At Taubah, kita diharamkan untuk mengwali membacanya dengan berta’awudz. Mayoritas ulama berpendapat itu termasuk ayat lanjutan bukan awal surah.

9.      Mentadaburi Ayat dan merenunginya

Disyari’atkan ketika membaca Al qur’an dalam keadaan khusyuk, Allah ta’ala berfirman dalam surah An Nisa (82) :

ุงَูَู„َุง ูŠَุชَุฏَุจَّุฑُูˆْู†َ ุงู„ْู‚ُุฑْุงٰู†َ

Mekatenlah ingkang saget kulo aturaken, matur suwun sanget atas perhatianipun, Mbok bilih wonten klenta – klentunipun atur kulo nyuwun agunging pangapunten.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุงู„ู…ูˆูู‚ ุฅู„ู‰ ุฃู‚ูˆู… ุงู„ุทุฑูŠู‚

 

ุงَู„ุณَّู„َุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุง ุชُู‡ُ

 



Read More »

PSB (Penerimaan Santri Baru) Tahun 1442-1443 H

0 komentar



๐Ÿ•‹ PSB (Penerimaan Santri Baru) Tahun 1442-1443 H ๐Ÿ“•
๐Ÿ•Œ PonPes Al Irsyad Kudus ๐ŸŒƒ

Telah dibuka Pendaftaran Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Irsyad Kudus, tempat menghafal Al Qur’an bersanad,dengan kajian kitab kuning ala manhaj salaf. Metode One Day 3 Juz untuk menjaga hafalan para santri.



๐Ÿ“š SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN
1. Perempuan minimal lulus SD/MI
2. Datang dengan diantar oleh Orang tua ataupun Wali
3. Mengisi formulir pendaftaran & kesediaan mentaati peraturan pesantren (Online/Offline)
4. Bersedia melengkapi kebutuhan administrasi PP Al Irsyad Kudus
5. Menyerahkan foto 3x4 3 lembar
6. Menyerahkan Foto copy Akta kelahiran, KK, KTP Orang tua atau wali, & Ijazah terakhir.


๐Ÿ“ Formulir PSB : http://bit.ly/FormPSB2021_Al-IrsyadKudus
๐Ÿ“„ Profil PonPes Al Irsyad Kudus : http://bit.ly/Profil_PPAl-IrsyadKudus


๐Ÿ“ TATA CARA PENDAFTARAN :
- Isi Link Formulir Online (Tertera di atas)
- Laporan via WA ketika sudah mengisi Form Online
- Seleksi masuk dan kelengkapan Administrasi bisa diserahkan ketika datang ke Pesantren

Info lebih lanjut silahkan hubungi :
H. Syahrul Falih 085 600 308 610
Atau untuk whatsapp langsung klik  di sini

--------------------------------
Jika postingan ini bermanfaat, silahkan klik LIKE, KOMENTAR, dan BAGIKAN
--------------------------------
PonPes Al Irsyad Kudus
Jln Kudus - Pati Dukuh Kauman RT 06 Rw 04, Desa Ngembalrejo Kec. Bae, Kab. Kudus




Jadwal Kegiatan PonPes Al Irsyad Kudus





Read More »

RIWAYAT SYEH AHMAD JAUHARI UMAR (PENYEBAR KITAB MANAKIB JAWAHIRUL MA’ANI)

0 komentar
Kitab Manaqib JAWAHIRUL MA’ANI adalah manaqib (riwayat hidup yang menceritakan tentang Sulthonul Auliya’ Syech Abdul Qodir Al Jilani (ada yang menyebut Al Jaelani). Mulai dari Kelahirannya, perjalanan beliau menuntut ilmu, karomah-karomahnya sampai pada wafatnya.

Kitab Manaqib ini di susun oleh seorang ulama Almarhum Almagfurillah KH. Ahmad Jauhari Umar. Dulu beliau pemimpin Pondok Pesantren Darus Salam, Pasuruan Jawa Timur.
KH. Ahmad jauhari umar mengajarkan dan ‘mengijazahkan’ manaqib ini kepada para murid-murid beliau. Dari murid-murid beliau inilah manaqib ini akhirnya tersebar luas ke seluruh nusantara bahkan mungkin sampai ke negara tetangga juga.

Di dalam kitab manaqib (pada halaman belakang) tersebut juga di jelaskan manfaat dari manaqib tersebut dan cara pengamalannya. Misalnya : Supaya bisa mendapatkan ilmu Laduni , luas rezki maka setiap hari membaca wirid Ya Badii’ 946x di lanjutkan membaca manaqib Jawahirul Ma’ani tersebut.

Syaikh Ahmad Jauhari Umar dilahirkan pada hari Jum’at legi tanggal 17 Agustus 1945 jam 02.00 malam, yang keesokan harinya bertepatan dengan hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang diproklamirkan oleh Presiden Soekarno dan Dr. Muhammad Hatta. Tempat kelahiran beliau adalah di Dukuh Nepen Desa Krecek kecamatan Pare Kediri Jawa Timur. Sebelum berangkat ibadah haji, nama beliau adalah Muhammad Bahri, putra bungsu dari bapak Muhammad Ishaq. Meskipun dilahirkan dalam keadaan miskin harta benda, namun mulia dalam hal keturunan. Dari sang ayah, beliau mengaku masih keturunan Sultan Hasanudin bin Sunan Gunung Jati, dan dari sang ibu beliau mengaku masih keturunan KH Hasan Besari Tegal Sari Ponorogo Jawa Timur yang juga masih keturunan Sunan Kalijogo.

Pada masa kecil Syaikh Ahmad Jauhari Umar dididik oleh ayahanda sendiri dengan disiplin pendidikan yang ketat dan sangat keras. Diantaranya adalah menghafal kitab taqrib dan maknanya dan mempelajari tafsir Al-Qur’an baik ma’na maupun nasakh mansukhnya.

Masih diantara kedisiplinan ayah beliau dalam mendidik adalah : Syaikh Ahmad Jauhari Umar tidak diperkenankan berteman dengan anak-anak tetangga dengan tujuan supaya Syaikh Ahmad Jauhari Umar tidak mengikuit kebiasaan yang tidak baik yang dilakukan oleh anak-anak tetangga. Syaikh Ahmad Jauhari Umar dilarang merokok dan menonton hiburan seperti orkes, Wayang, ludruk dll, dan tidak pula boleh meminum kopi dan makan diwarung. Pada usia 11 tahun Syaikh Ahmad Jauhari Umar sudah mengkhatamkan Al-Qur’an semua itu berkat kegigihan dan disiplin ayah beliau dalam mendidik dan membimbing.

Orang tua Syaikh Ahmad Jauhari Umar memang terkenal cinta kepada para alim ulama terutama mereka yang memiliki barakah dan karamah. Ayah beliau berpesan kepada Syaikh Ahmad Jauhari Umar agar selalu menghormati para ulama. Jika sowan (berkunjung) kepada para ulama supaya selalu memberi uang atau jajan (oleh-oleh). Pesan ayahanda tersebut dilaksanakan oleh beliau, dan semua ulama yang pernah diambil manfaat ilmunya mulai dari Kyai Syufa’at Blok Agung Banyuwangi hingga KH. Dimyathi Pandegelang Banten, semuanya pernah diberi uang atau jajan oleh Syaikh Ahmad Jauhari Umar.

Sebenarnya, Syaikh Ahmad Jauhari Umar pernah menganut faham wahabibahkan sampai menduduki posisi wakil ketua Majlis Tarjih Wahabi Kaliwungu. Adapun beberapa hal yang menyebabkan Syaikh Ahmad Jauhari Umar pindah dari faham wahabi dan menganut faham ahlussunahdiantaranya adalah sebagai berikut :

1. Beliau pernah bermimpi bertemu dengan kakek beliau yaitu KH. AbduLlah Sakin yang wafat pada tahun 1918 M, beliau berwasiyat kepada Syaikh Ahmad Jauhari Umar bahwa yang benar adalah faham ahlussunah.

2. Syaikh Ahmad Jauhari Umar pernah bertemu dengan KH Yasin bin ma’ruf kedunglo kediri, pertemuan itu terjadi di warung / rumah makan Pondol Pesantren Lirboyo Kediri yang berkata kepada Syaikh Ahmad Jauhari Umar bahwa Syaikh Ahmad Jauhari Umar kelak akan menjadi seorang ulama yang banyak tamunya. Dan ucapan KH Yasin tersebut terbukti, beliau setiap hari menerima banyak tamu.

3. Syaikh Ahmad Jauhari Umar pernah berjumpa dengan Sayyid Ma’sum badung Madura yang memberi wasiyat bahwa kelak Syaikh Ahmad Jauhari Umar banyak santrinya yang berasal dari jauh. Dan hal itu juga terbukti.

4. Syaikh Ahmad Jauhari Umar bertemu dengan KH Hamid AbdiLlah Pasuruan, beliau berkata bahwa kelak Syaikh Ahmad Jauhari Umar akan dapat melaksanakan ibadah haji dan menjadi ulama yang kaya. Dan terbukti beliau sampai ibadah haji sebanyak lima kali dan begitu juga para putera beliau.

Hal tersebutlah yang menyebabkan Syaikh Ahmad Jauhari Umar menganut faham ahlussunah karena beliau merasa heran dan ta’jub kepada para ulamaahlussunah seperti tersebut di atas yang dapat mengetahui hal-hal rahasiaghaib dan ulama yang demikian ini tidak dijumpainya pada ulama-ulama golongan wahabi.

Dalam menghadapi setiap cobaan yang menimpa, Syaikh Ahmad Jauhari Umar memilih satu jalan yaitu mendatangi ulama. Adapun beberapa ulama yang dimintai do’a dan barokah oleh beliau diantaranya adalah :

1. KH. Syufa’at Blok Agung Banyuwangi.
2. KH. Hayatul Maki Bendo Pare Kediri.
3. KH. Marzuki Lirboyo Kediri.
4. KH. Dalhar Watu Congol Magelang.
5. KH. Khudlori Tegal Rejo Magelang.
6. KH. Dimyathi Pandegrlang Banten.
7. KH. Ru’yat Kaliwungu.
8. KH. Ma’sum Lasem.
9. KH. Baidhawi Lasem.
10. KH. Masduqi Lasem.
11. KH. Imam Sarang.
12. KH. Kholil Sidogiri.
13. KH Abdul Hamid AbdiLlah Pasuruan.

Selesai beliau mendatangi para ulama, maka ilmu yang didapat dari mereka beliau kumpulkan dalam sebuah kitab “Jawahirul Hikmah”.

Kemudian beliau mengembara ke makam – makam para wali mulai dari Banyuwangi sampai Banten hingga Madura. Sewaktu beliau berziarah ke makam Syaikh Kholil Bangkalan Madura, Syaikh Ahmad Jauhari Umar bertemu dengan Sayyid Syarifuddin yang mengaku masih keturunan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani RA. Kemudian Sayyid Syarifuddin memberikan ijazah kepada Syaikh Ahmad Jauhari Umar berupa amalan ‘MANAKIB JAWAHIRUL MA’ANY’ dimana amalan manakib Jawahirul Ma’any tersebut saat ini tersebar luas di seluruh Indonesia karena banyak Fadhilahnya, bahkan sampai ke negara asing seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Pakistan, tanzania, Afrika, Nederland, dll.

Syaikh Ahmad Jauhari Umar pernah mengalami masa-masa yang sulit dalam segala hal. Bahkan ketika putera beliau masih berada di dalam kandungan, beliau diusir oleh keluarga isteri beliau sehingga harus pindah ke desa lain yang tidak jauh dari desa mertua beliau kira-kira satu kilometer. Ketika putera beliau berumur satu bulan, beliau kehabisan bekal untuk kebutuhan sehari-hari kemudian Syaikh Ahmad Jauhari Umar memerintahkan kepada isteri beliau untuk pulang meminta makanan kepada orang tuanya. Dan Syaikh Ahmad Jauhari Umar berkata, “Saya akan memohon kepada Allah SWT”. Akhirnta isteri beliau dan puteranya pulang ke rumah orang tuanya.

Kemudian Syaikh Ahmad Jauhari Umar mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat duha dan dilanjutkan membaca manakib Jawahirul Ma’any. Ketika tengah membaca Manakib, beliau mendengar ada orang di luar rumah memberikan ucapan salam kepada beliau, dan beliau jawab di dalam hati kemudian beliau tetap melanjutkan membaca Manakib Jawahirul Ma’any hingga khatam. Setelah selesai membaca Manakib, maka keluarlah beliau seraya membukakan pintu bagi tamu yang memberikan salam tadi.

Setelah pintu terbuka, tenyata ada enam orang yang bertamu ke rumah beliau. Dua orang tamu memberi beliau uang Rp 10.000, dan berpesan supaya selalu mengamalkan Manakib tersebut. Dan sekarang kitab manakib tersebut sudah beliau ijazahkan kepada kaum Muslimin dan Muslimat agar kita semua dapat memperoleh berkahnya. Kemudian dua tamu lagi memberi dua buah nangka kepada beliau, dan dua tamu lainnya memberi roti dan gula.

Kemudian Syaikh Ahmad Jauhari Umar selalu melaksanakan pesan tamu-tamu tersebut yang menjadi amalan beliau sehari-hari. Tidak lama setelah itu, setiap harinya Syaikh Ahmad Jauhari Umar diberi rizki oleh Allah senanyak Rp. 1.500 hingga beliau berangkat haji untuk pertamakali pada tahun 1982.

Kemudian pada tahun 1983 Syaikh Ahmad Jauhari Umar menikah dengan Sa’idah putri KH As’ad Pasuruan. Setelah pernikahan ini beliau setiap hari diberi rizki oleh Allah sebanyak Rp 3.000 mulai tahun 1983 hingga beliau menikah dengan puteri KH. Yasin Blitar.

Setelah pernikahan ini Syaikh Ahmad Jauhari Umar setiap hari diberi rizki oleh Allah SWT sebanyak Rp.11.000 sampai beliau dapat membanun masjid. Selesai membangun masjid, Syaikh Ahmad Jauhari Umar setiap hari diberi rizki oleh Allah sebanyak Rp. 25.000 hingga beliau membangun rumah dan Pondok Pesantren.

Setelah membangun rumah dan Pondok Pesantren, Syaikh Ahmad Jauhari Umar tiap hari diberi rizki oleh Allah SWT sebanyak Rp.35.000 hingga beliau ibadah haji yang kedua kalinya bersama putera beliau Abdul Halim dan isteri beliau Musalihatun pada tahun 1993.

Setelah beliau melaksanakan ibadah haji yang kedua kalinya pada tahun 1993, Syaikh Ahmad Jauhari Umar setiap hari diberi rizki oleh Allah sebanyak Rp 50.000 hingga tahun 1995 M. Setelah Syaikh Ahmad Jauhari Umar melaksanakan ibadah haji yang ketiga kalinya bersama putera beliau Abdul Hamid dan Ali Khazim, Syaikh Ahmad Jauhari Umar setiap hari diberi rizki oleh Allah sebanyak Rp. 75.000 hingga tahun 1997.

Setelah Syaikh Ahmad Jauhari Umar menunaikan ibadah haji yang keempat kalinya pada tahun 1997 bersama putera beliau HM Sholahuddin, Syaikh Ahmad Jauhari Umar diberi rizki oleh Allah setiap hari Rp. 200.000 hingga tahun 2002.

Kemudian Syaikh Ahmad Jauhari Umar berangkat haji yang ke limakalinya bersama dua isteri dan satu menantu beliau, Syaikh Ahmad Jauhari Umar setiap hari diberi rizki oleh Allah SWT sebanyak Rp. 300.000 sampai tahun 2003 M.

Di Pasuruan, Syaikh Ahmad Jauhari Umar mendirikan Pondok Pesantren tepatnya di Desa Tanggulangin Kec. Kejayan Kab. Pasuruan yang diberi nama Pondok Pesantren Darussalam Tegalrejo.

Di desa tersebut Syaikh Ahmad Jauhari Umar diberi tanah oleh H Muhammad seluas 2.400 m2 kemudian H Muhammad dan putera beliau diberi tanah oleh Syaikh Ahmad Jauhari Umar seluas 4000m2 sebagai ganti tanah yang diberikan dahulu.

Sejak saat itu Syaikh Ahmad Jauhari Umar mulai membangun masjid dan madrasah bersama masyarakat pada tahun 1998. namun sayangnya sampai empat tahun pembangunan masjid tidak juga selesai. Akhirnya Syaikh Ahmad Jauhari Umar memutuskan masjid yang dibangun bersama masyarakat harus dirobohkan, demikian ini atas saran dan fatwa dari KH. Hasan Asy’ari Mangli Magelang Jawa Tengah (Mbah Mangli – almarhum), dan akhirnya Syaikh Ahmad Jauhari Umar membangun masjid lagi bersama santri pondok. AlhamduliLlah dalam waktu 111 hari selesailah pembanginan masjid tingkat tanpa bantuan masyarakat. Kemudian madrasah-madrasah yang dibangun bersama masyarakat juga dirobohkan dan diganti dengan pembangunan pondok oleh santri-santri pondok

Maka mulailah Syaikh Ahmad Jauhari Umar mengajar mengaji dan mendidik anak-anak santri yang datang dari luar daerah pasuruhan, hingga lama kelamaan santri beliau menjadi banyak. Pernah suatu hari Syaikh Ahmad Jauhari Umar mengalami peristiwa yang ajaib yaitu didatangi oleh Syaikh Abi Suja’ pengarang kitab Taqrib yang mendatangi beliau dan memberikan kitabtaqrib dengan sampul berwarna kuning, dan kitab tersebut masih tersimpan hingga sekarang. Mulai saat itu banyak murid yang datang terlebih dari Jawa Tengah yang kemudian banyak menjadi kiyahi dan ulama.

Silsilah Syaikh Ahmad Jauhari Umar :

a. Dari ayah beliah adalah sbb :
1. Syaikh Ahmad Jauhari Umar bin
2. H. Thohir/Muhammad Ishaq bin
3. Umarudin bin
4. Tubagus Umar bin
5. AbduLlah Kyai Mojo bin
6. Abu Ma’ali Zakariya bin
7. Abu Mafakhir Ahmad Mahmud Abdul qadir bin
8. Maulana Muhammad Nasiruddin bin
9. Maulana Yufus bin
10. Hasanuddin Banten bin
11. HidayatuLlah Sunan Gunung Jati bin
12. AbduLlah Imamuddin bin
13. Ali Nurul ‘Alam bin
14. Jamaluddin Akbar bin
15. Jalaluddin Syad bin
16. AbduLlah Khon bin
17. Abdul Malik Al-Muhajir Al-Hindi bin
18. Ali Hadzramaut bin
19. Muhammad Shahib Al-Mirbath bin
20. Ali Khola’ Qasim bin
21. Alwi bin UbaidiLlah bin
22. Ahmad Al-Muhajir bin
23. Isa Syakir bin
24. Muhammad Naqib bin
25. Ali Uraidzi bin
26. Ja’far As-Shadiq bin
27. Muhammad Al-Baqir bin
28. Imam Ali Zainal Abidin bin
29. Imam Husain bin
30. Sayyidatina Fatimah Az-Zahra binti
31. Sayyidina Muhammad RasuluLlah SAW.

b. Silsilah Syaikh Ahmad Jauhari Umar dari Ibu :
1 Syaikh Ahmad Jauhari Umar bin
2 KH Thahir bin/Moh Ishaq bin
3 Umarudin bin
4 Tuba bin
5 H. Muhammad Nur Qesesi bin
6 Pangeran Bahurekso bin
7 Syeh Nurul Anam bin
8 Pangeran Cempluk bin
9 Pangeran Nawa bin
10 Pangeran Arya Mangir bin
11 Pangeran Pahisan bin
12 Syekh Muhyidin Pamijahan bin
13 Ratu Trowulan bin
14 Ratu Ta’najiyah bin
15 Pangeran Trowulan Wirocondro bin
16 Sulthan AbduRrahman Campa bin
17 Raden rahmat Sunan Ampel bin
18 Maulana Malik Ibrahim bin
19 Jalaluddin bin
20 Jamaludin Husen bin
21 AbduLlah Khon bin
22 Amir Abdul Malik bin
23 Ali Al-Anam bin
24 Alwi Al-Yamani bin
25 Muhammad Mu’ti Duwailah bin
26 Alwi bin
27 Ali Khola’ Qasim bin
28 Muhammad Shahib Al-Mirbath bin
29 Ali Ba’lawi bin
30 Muhammad Faqih Al-Muqaddam bin
31 Abdullah AL-Yamani bin
32 Muhammad Muhajir bin
33 ‘Isa Naqib Al-basyri bin
34 Muhammad Naqib Ar-Ruumi bin
35 Ali Uraidzi bin
36 Ja’far Shadiq bin
37 Muhammad Al-baqir bin
38 Ali Zainal Abidin bin
39 Husein As-Sibthi bin
40 Sayyidatinaa Fatimah Az-Zahra bin
41 Sayyidina Muhammad RasuluLlah SAW.
Meskipun beliau telah berpulang ke RahmatuLlah semoga Beliau mendapat tempat yang mulia di sisi-Nya, dan berkah beliah selalu mengalir kepada kita semua….Amin

--------------------------------
Jika postingan ini bermanfaat, silahkan klik LIKE, KOMENTAR, dan BAGIKAN
--------------------------------
PonPes Al Irsyad Kudus
Jln Kudus - Pati Dukuh Kauman RT 06 Rw 04
Desa Ngembalrejo Kec. Bae, Kab. Kudus

Read More »